Select Menu
Powered by Blogger.

Entri Populer

Translate

Satchy selalu berusaha untuk tersenyum menghadapi komentar negatif tentangnya. Karena semua diawali dengan niat baik.

Satchy berhijab berprofesi sebagai DJ
Mengubah paradigma orang-orang tentang profesi Disk Jockey (DJ) diakui DJ cantik Satchy bukanlah hal yang mudah. Wanita kelahiran Bogor 22 Juni 1983 ini masih terus dihujani komentar yang tidak menyenangkan.

Terlebih di saat dirinya memutuskan untuk mengenakan hijab. Pemilik nama Dewi 'Satchy' Yunita Mulyaningsih ini mengaku sedih. Namun dara cantik yang segera naik ke pelaminan ini tidak kecil hati.

"Sedih sekali kalau ada yang beranggapan miring soal saya yang berhijab berprofesi sebagai DJ. Memang tidak mudah mengubah paradigma orang. Selalu menilai profesi itu buruk, menurut saya jangan menyamaratakan seperti itu," tutur Satchy saat berbincang dengan Dream.co.id, Jumat 23 Januari 2015.

Sekarang, kata Satchy, yang terpenting adalah berusaha dicintai dan dekat dengan Allah. Salah satu caranya dengan menutup aurat.

"Dan tidak menghiraukan orang yang mengatakan ini hanya topeng. Allah dan keluarga yang membuat saya kuat," tutur putri kedua dari dua bersaudara pasangan Hadi Mulyono dan Dahlia ini.
Wanita yang tidak menerima tawaran kerja di klub malam ini mengaku, berhijab membuatnya lebih tenang dan nyaman. Terlebih sekarang lebih sering memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar mendalami tentang Islam.

"Aku semakin nyaman dan tenang. Semua orang jadi semakin peduli. Alhamdulillah rezeki masih mengalir. Saya tidak menerima tawaran bermain di klub malam sudah sejak 2010. Jadi lebih main di event yang positif jauh dari atribut dunia malam," tuturnya

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
-

Devi juga menambahkan kegiatan belanja lewat media online kini bukan sekedar pemenuh kebutuhan barang melainkan bagian gaya hidup.

cara praktis Belanja Online
Ketagihan belanja lewat media online? Mungkin tak sedikit yang merasakan hal ini. Terlebih untuk kaum urban yang memiliki segudang aktivitas sehingga memilih cara praktis ini.
Menurut Brand and Market Institute (BMI) Research Head, Yoanita Shinta Devi ada beberapa alasan seseorang bisa ketagihan belanja online.

"Di 2015 ini banyak juga yang akan ketagihan belanja online, alasannya karena pengguna internet makin banyak. Aktivitas makin sibuk sehingga lebih mencari yang praktis, dan harga bisa dibilang lebih murah," kata wanita yang akrab disapa Devi ini kepada Dream.co.id, Jumat 23 Januari 2015.

Alasan tersebut didapat dari penelitian yang dilakukan BMI yang melibatkan sekitar 1.213 pengguna internet aktif. Selain mengetahui alasan ketagihan belanja online, dalam penelitian tersebut ditemukan juga barang yang menjadi favorit dan sering dicari di media.

Devi mengatakan benda yang paling banyak dicari di media online yaitu pakaian menyusul kemudian aksesoris fesyen. "41 persen barang yang diminati di media online itu baju kemudian aksesoris fesyen. Lalu gadget, elektronik hingga kebutuhan wisata," katanya.

"Untuk wanita belanja online itu sebagai peningkat mood jadi semakin semangat kerjanya, kalau pria lebih ke pemghilang stres," kata Devi.

Waktu-waktu belanja online pun menurut Devi ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. "Kalau wanita itu sesuai penelitian yang dilakukan BMI itu mulai dari jam 10 pagi sampai 12 siang sementara laki-laki mulai dari jam 8 malam," ujarnya.

Melihat hal ini, Devi mengatakan tren belanja online akan semakin meningkat di 2015. "Dari penelitian menunjukan 2015 tren belanja online akan meningkat sekitar dua kali lipatnya dari tahun ini, sehingga bisa jadi kesempatan emas untuk yang ingin mencoba berbisnis," tuturnya.

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
-

 Menurut Oscar kain nusantara tiak hanya dikenakan untuk acara adat melainkan bisa mengikuti perkembangan dunia fashion.

kain nusantara bisa mendunia
Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki aneka ragam budaya terutama kainnya. Tak sedikit desainer yang membawa kain nusantara untuk diperkenalkan ke dunia.

Seperti contohnya Barli Asmara, Zaskia Sungkar dan Dian Pelangi yang di Febuari ini membawa kain Lombok, Nusa Tenggara Barat ke ajang bergengsi New York Fashion Week (NYFW) 2015.
Melihat hal ini desainer kenamaan, Oscar Lawalata optimis kain nusantara bisa mendunia.

"Kain nusantara itu semuanya indah dan memiliki nilai jual yang tinggi di industri fashion. Saya optimis kalau ini bisa mendunia, ini kebanggaan kita semua," kata Oscar kepada Dream.co.id, Senin 26 Januari 2015.

Oscar sendiri mengaku mengagumi kain khas Indonesia sudah sejak kecil. Sang ibunda, Regi Lawalata yang memperkenalkannya.

Oscar juga pernah meluncurkan buku tentang tenun ikat berjudul langkah kain Nusa Tenggara Timur.
"Biasanya kan kalau kain tenun ikat itu hanya digunakan paling acara ke nikahan, acara resmi atau acara adat. Untuk itu saya membuat yang lebih tipis dan nyaman dengan warna-warna lebih cantik untuk digunakan sehari-hari," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya Oscar juga pernah mengembangkan kain nusantara lain menjadi sangat modern dengan gagasan masa kini tanpa menghilangkan unsur-unsur tradisionalnya.
Saat di Jakarta Fashion Week 2014, Oscar memamerkan ide cemerlangnya dengan koleksi berjudul I am Indonesian

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
- -

Beberapa perempuan Saudi juga menantang aturan tentang bagaimana memilih calon suami karena mereka menghindari tradisi dan adat istiadat.

banyaknya perempuan Saudi melajang
Amna Fatani, 27 tahun, menginginkan karir brilian dan kehidupan berbeda dari generasi perempuan Arab Saudi sebelumnya. Generasi yang menikah muda dan biasanya dengan suami yang bukan pilihannya.

Fatani adalah bagian dari semakin banyaknya perempuan Saudi yang memilih untuk tetap melajang saat berusia 20an hingga 30an. Demi mengejar ambisi lainnya.

Tren itu telah mengacak-acak pandangan konservatif yang melihatnya sebagai penghinaan terhadap dasar-dasar Kerajaan, di mana aturan suku yang kaku telah lama menjadi syarat pernikahan.
"Aku membutuhkan seseorang bisa percaya bahwa aku bisa melakukan sesuatu dan membuat keputusan untuk meminta bantuan atau memilih melakukannya sendiri," kata perempuan yang tengah menempuh pendidikan di Georgetown University di Washington, Amerika Serikat.

Perempuan Saudi berdiri di tengah poros sosial antara dorongan Kerajaan untuk mendapat pendidikan dan hak untuk bekerja, dan undang-undang yang memberikan laki-laki hak penuh atas hidup perempuan.

Perempuan tidak dapat melakukan perjalanan sendiri, belajar di luar negeri, menikah atau menjalani prosedur medis tertentu tanpa izin dari wali laki-laki. Mereka biasanya ayah atau suami. Atau jika tidak ada, maka kakak atau adik.

Meningkatnya jumlah perempuan lajang telah mengkhawatirkan ulama. Para ulama merespons kondisi ini dengan mendorong pernikahan dini atau menerima konsekuensi sosial yang buruk dengan disebut 'perawan tua'.

Secara tradisional, perempuan di Arab Saudi diharapkan akan menikah saat berusia 20-an. Pada tahun 2011, lebih dari 1,5 juta perempuan Saudi berusia di atas 30 adalah lajang, menurut Kementerian Ekonomi dan Perencanaan.

Menurut data pemerintah, dari 20 juta orang, 3,3 juta di antaranya adalah perempuan lajang berusia di atas 30 tahun. Jika angka kementerian yang dilansir pada 2011 tidak berubah, itu berarti bahwa sekitar 45 persen perempuan Saudi berusia di atas 30 tahun adalah lajang.

Perempuan telah mengambil peran yang lebih besar dalam kehidupan publik, meskipun pekerjaan mereka sebagian besar di sektor pendidikan. Departemen Tenaga Kerja mengatakan ada lebih dari 400.000 perempuan yang bekerja di Arab Saudi, dibandingkan dengan kurang dari 55.000 sebelum 2009.

Jumlah perempuan melebihi jumlah laki-laki di universitas di Saudi. Dan ada puluhan ribu perempuan di antara 150.000 warga Saudi yang belajar di luar negeri dengan beasiswa pemerintah.
Pendidikan juga mengubah sikap perempuan terhadap perkawinan dan memberi mereka kepercayaan diri, kata Hatoon Al-Fassi, seorang profesor sejarah perempuan di Arab Saudi.
"Anda tidak bisa lagi mengendalikan sikap-sikap ini," katanya.

Keluarga biasanya yang mengatur atau, setidaknya, menyetujui pernikahan. Keluarga konservatif yang mendapati seorang perempuan memilih pasangannya sendiri dianggap sebagai skandal.
Namun Tamador Alyami, seorang penulis Saudi, mengatakan tradisi dan adat kini sudah mulai digantikan oleh Internet.

Chat room dan media sosial telah memberikan ruang bagi warga Saudi untuk mengejar hubungan dengan cara mereka sendiri. Alyami mengatakan perempuan saat ini mengungkapkan kebebasannya lebih besar.

"Mereka biasanya tidak ingin ibu mereka bertemu calon besan sebelum mereka sendiri," katanya.
Psikolog keluarga Fawzia Al-Hani mengatakan pemerintah sebagian bertanggung jawab atas banyaknya perempuan lajang karena para pemuda merasa makin sulit membeli rumah, membiayai pernikahan dan membayar mahar atau mas kawin.

Beberapa pakar menyalahkan ayah perempuan karena menuntut jumlah uang lamaran selangit dan bahkan mereka dituduh sengaja membuat putrinya terus melajang karena mereka bergantung pada uang lamaran dan mahar untuk putrinya.

Terlepas dari itu semua, banyak perempuan Saudi yang memilih tetap melajang karena pilihan mereka sendiri. Seperti Fatani yang menginginkan suami yang juga tinggal di luar negeri dan memiliki aspirasi yang sama dengan dirinya.

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
-

Perasaan wanita yang akrab disapa Kia ini pun campur aduk. "Walaupun sudah dihapus Hanum tetapi banyak masyarakat yang jadi terhasut kemudian menuduh saya dan suami.

Film `Hijab` mendapat kritikan dari penulis novel `99 Cahaya di Langit Eropa`

Film besutan Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo mendapat kritikan yang cukup pedas dari penulis novel `99 Cahaya di Langit Eropa`, Hanum Salsabiela Rais.

Melalui akun Facebooknya, Hanum menganggap, film itu mencitrakan perempuan berhijab secara kurang tepat.

Dalam kalimatnya, putri dari Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN),  Amien Rais ini juga menyebutkan, suami Zaskia Mecca sebagai anggota Jaringan Islam Liberal (JIL).
"Film ini, (yang akhirnya saya baru tahu ya elah sutradaranya orang JIL) pada akhirnya hanya ingin meneguhkan kembali 'I am a muslim, but I hate Islam, I just want to capitalize Islam for making money'," tulis Hanum.

Hanum juga menuliskan, Review: Bagaimana mungkin yah, judulnya HIJAB tetapi menyatiri, mengkomikalisasi orang berkerudung jika tak boleh mengatakan menyinyiri orang2 yang memakai hijab sebagai transformasi keterpaksaan, pemaksaan kehendak suami, atau sekedar fashion trend, dan mengelak dari realita bahwa sebagian besar orang berjilbab karena keteguhan hati akan perintah agama bukan yang lain.

Belum lagi, rakitan-rakitan adegan yang menunjukkan kemunafikan orang mengaku Islam begitu ditonjolkan disini, tanpa memberi ruang pada 99 persen muslim kebalikannya. Film ini, (yang akhirnya saya baru tahu ya elah sutradaranya orang JIL) pada akhirnya hanya ingin meneguhkan kembali 'I am a muslim, but I hate Islam, I just want to capitalize Islam for making money'.
Bukan film yang rekomen ditonton, kecuali Anda ingin membuat hater Islam semakin kaya raya. I tested my dignity if I am really a muslim, and I had reacted nothing (not even a smile), but offended. If only I could get my 1,5 hour back in life and exchange with my initial plan to see Women in Black:D. For mbak-mbak yang kasi tiket: Yes you did buy wrong tickets:D

Zaskia tak tinggal diam melihat hal ini. Ibu dua anak ini pun berkomentar melalui akun Twitternya.
"Saya seorang muslim sangat paham atas apa yang saya lakukan dan kerjakan akan saya pertanggung jawabkan di akhirat #FilmHijab," tulis Zaskia melalui akun pribadinya, @zaskiadyamecca.

Kia juga menambahkan kicauannya dalam akun media sosial bukanlah sekedar pembelaan semata. "Bukan mencari pembelaan tetapi saya hanya berusaha meluruskan. Tidak akan mungkin dengan sengaja kami membuat sesuatu yang akan melukai saudara sendiri, tidak memberikan manfaat atau bahkan menjelekan agama yang sangat kami cintai," ujarnya.

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
-

 Zaskai berharap pagelaran busananya bersama Dian Pelangi dan Barli Asmara ini bisa membawa dampak positif dan mengharumkan nama Indonesia dan Islam.

Zaskia Sungkar tampil di New York Fashion Week 2015
Setelah dua tahun bergelut di dunia fashion tanah air, tahun ini Zaskia Sungkar mendapatkan kesempatan untuk tampil di New York Fashion Week 2015.

Kegembiraan dan kebanggaan dirasakan istri dari aktor Irwansyah ini. "Ini seperti impian yang terwujud, Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan untuk lebih belajar soal fashion di dunia. Bangganya bukan main," ujar Zaskia saat ditemui dalam acara from Lombok to New York di Gedung Sapta Pesona, Medan Merdeka, Jakarta, kemarin.

Zaskia akan membawa sekitar 15 koleksi yang terinspirasi dari kecantikan dan kesahajaan Putri Mandalika, Ikonik wisata Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Koleksi saya nanti terinspirasi dari Putri Mandalika, kisahnya sudah tersebar dan mendarah daging di Lombok dan banyak juga yang sudah tahu perjuangannya. Saya ingin mengenalkan kecantikannya di New York Fashion Week 2015," tutur Zaskia saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Medan Merdeka, Jakarta, Kamis 29 Januari 2015.

Zaskia mengaku kesulitan dalam proses produksi, namun hal ini tidak membuatnya lantas menyerah.
"Proses produksinya itu ampun lumayan menguras energi dan pikiran. Harus bolak-balik Lombok Jakarta, sekarang fokusnya hanya di produksi fashion show bukan shooting atau panggilan di dunia hiburan," kata wanita kelahiran 22 Desember 1990 ini.

Dukungan dari keluarga yang membuatnya selalu bersemangat. "Alhamdulillah Allah sepertinya sudah membuka jalanku menjadi desainer, ini impian dari dulu. Keluarga hampir tak percaya saya tampil di New York, dukungan mereka luar biasa," kata Zaskia.

"Kami mengenalkan busana muslimah ke sana, Insya Allah bisa mengharumkan nama Indonesia dan Islam. Supaya tidak ada lagi yang islamphobia atau memandang negatif islam," kata Zaskia.

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
-

Barli menyayangkan sikap masyarakat di negara minoritas islam yang memandang muslim sebelah mata.

misi mengenalkan kebudayaan Indonesia
Kebangaan tak terkira dirasakan tiga desainer kenamaan Indonesia, Zaskia Sungkar, Dian Pelangi dan Barli Asmara. Pasalnya mereka mendapatkan undangan untuk tampil di ajang bergengsi Couture Fashion Week New York (CFWNY) pada Februari ini.

Ada yang spesial dari undangan ini, ketiganya diminta untuk memperkenalkan busana muslimah khas Indonesia. Persiapan sendiri sudah dimulai sejak Desember tahun lalu, ketiganya akan membawakan kain yang berasal dari dua suku di Lombok.

"Alhamdulillah kami mendapatkan undangan, dan Indonesia menjadi satu-satunya negara yang tampil membawakan busana muslimah di sana. Ini kebangaan tak terkira untuk kami," tutur Dian kepada Dream.co.id, saat ditemui dalam acara From Lombok to New York di Gedung Sapta Pesona, Medan Merdeka, Jakarta, kemarin.

Sesuai dengan tema yang diusung, ketiganya akan membawakan kain nusantara khas Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan 45 koleksi.

Dian mengatakan ketiganya akan hadir dengan tema yang berbeda namun tetap dengan kain yang berasal dari suku Sasak dan Suku Mbojo Etnis Bima.

"Kami tampil dengan tema yang berbeda sesuai dengan karakter kami. Saya lebih colorfull, Zaskia feminin, dan Barli lebih dramatis tetapi benang merahnya yakni kain khas Lombok," kata Dian.
Barli mengatakan pagelaran busana ini bukan hanya membawa misi mengenalkan kebudayaan Indonesia melainkan juga untuk bersyiar mengenalkan kecantikan Islam.

"Bukan hanya misi mengenalkan budaya tetapi kami ingin menunjukan kalau Islam itu cantik. Ini upaya kami menghilangkan islamphobia yang ada di luar negeri terutama Amerika. Bissmillah ini cara bersyiar kami, semoga tidak ada lagi pandangan miring soal islam," kata Barli saat ditemui di tempat yang sama.

Sependapat dengan Barli, Zaskia juga berharap pagelaran busana yang akan berlangsung di 15 Febuari 2015 bisa membawa dampak positif untuk masyarakat di luar negeri.
"Kami ingin mengenalkan islam itu cantik, bersahaja, damai. Lewat pagelaran busana ini semoga tidak ada lagi pihak-pihak yang berkomentar miring soal islam atau bahkan merasakan islamphobia," harap Zaskia.

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
-

Tema yang diusung Dian pun tidak sembarangan, menurutnya ini salah satu cara untuk menyambut peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora

koleksi dari kain khas Lombok yang bertema Tambora
Setelah sukses dengan Miss Palembang in New York tahun lalu, kini untuk kedua kalinya desainer cantik, Dian Pelangi beraksi di ajang bergengsi New York Fashion Week. Tak lagi dengan songket Palembangnya, kali ini wanita kelahiran 14 Januari 1991 mengangkat kecantikan kain khas Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dian akan membawakan sekitar 15 koleksi busana muslimah bertemakan Tambora. "Alhamdulillah mendapatkan undangan lagi kali ini bertiga dengan Barli Asmara dan Zaskia Sungkar. Kami mengangkat kecantikan kain khas Lombok, ini sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing kain dan mengakrabkan kain Lombok ke kancah Internasional," tutur Dian saat ditemui dalam acara From Lombok to New York di Gedung Sapta Pesona, Medan Merdeka, Jakarta, kemarin.

"Saya membawa kain khas suku Suku Mbojo Etnis Bima, itu cantik sekali. Dan pagelaran busana ini juga kampanye saya ke masyarakat Indonesia dan luar negeri untuk lebih peduli dengan peringatan tragedi meletusnya Tambora," ujarnya.

Dian berharap pagelaran busana yang akan digelar 15 Febuari 2015 ini bisa semakin mengenalkan Indonesia sebagai kiblat muslim dunia dan menepis tanggapan ketakutan tentang islam.
"Ini juga upaya kami menyambut Indonesia sebagai kiblat fashion dunia dan berharap bisa menepis dan menghilangkan pandangan negatif soal islam yang sering terjadi di negara minoritas muslim," harapnya. 

Terimah kasih telah berkunjung ke blog kami dan semoga article ini bermanfaat

Good Luck Dan terima kasih berkunjung ke blog : http://gaknyangkah.blogspot.com
-